Home / Kegiatan / Satu Meja Ramadhan untuk Seribu Cerita: Formatur PC IMM Kota Denpasar Hidupkan Ukhuwah dalam Kebersamaan

Satu Meja Ramadhan untuk Seribu Cerita: Formatur PC IMM Kota Denpasar Hidupkan Ukhuwah dalam Kebersamaan

pcimmdenpasar.org — Dalam rangka menghidupkan semangat kebersamaan dan mempererat ukhuwah di bulan suci, seluruh formatur PC IMM Kota Denpasar menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Satu Meja Ramadhan untuk Seribu Cerita” pada 26–28 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Dakwah Muhammadiyah PDM Kota Denpasar dan diikuti oleh seluruh jajaran formatur sebagai peserta utama.

Mengusung tema “Merajut Ukhuwah dalam Keberkahan Ramadhan: Menghidupkan Cinta dalam Hangatnya Buka Bersama dan Syahdunya Lantunan Khataman Al-Qur’an”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi spiritual sekaligus penguatan solidaritas internal organisasi.

Sebagai bagian dari keluarga besar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, PC IMM Kota Denpasar memandang bulan Ramadhan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan juga sarana strategis untuk memperkuat fondasi kolektif gerakan. Kebersamaan dalam satu meja berbuka dimaknai sebagai simbol kesetaraan, persaudaraan, dan komitmen perjuangan yang dibangun di atas nilai-nilai keislaman.

Selama tiga hari pelaksanaan, rangkaian agenda diisi dengan buka puasa bersama, pelaksanaan shalat berjamaah, serta tadarrus Al-Qur’an secara kolektif. Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa ketika para peserta saling bergantian melantunkan ayat-ayat suci, menciptakan harmoni spiritual yang memperdalam refleksi keimanan sekaligus mempererat hubungan emosional antarformatur.

Puncak dari kegiatan ini ditandai dengan tercapainya target khatam Al-Qur’an 30 juz secara bersama-sama. Capaian tersebut menjadi output konkret yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mencerminkan kesungguhan kolektif dalam menghidupkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan organisasi.

Melalui kegiatan ini, PC IMM Kota Denpasar menegaskan bahwa ukhuwah tidak hanya dibangun melalui forum formal dan dinamika struktural, tetapi juga melalui kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Satu meja yang dihiasi hidangan berbuka dan lantunan ayat suci menjadi ruang lahirnya seribu cerita, refleksi, dan penguatan komitmen dalam melanjutkan gerakan dakwah dan intelektual di ruang sosial.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang terus dirawat, sehingga Ramadhan senantiasa menjadi momentum revitalisasi spiritual dan organisatoris bagi seluruh kader.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *